caredu

Full-Time Student, Part-Time Worker

November 02, 2019

Bulan ini setahun sudah gue kerja freelance di Inspigo. Bulan lalu, tepat setahun juga gue freelance di Appen, yang ternyata gue harus diberhentikan dari sebuah project karena maksimum durasi employment untuk project itu adalah 1 tahun. Nggak bisa diperpanjang, dan gue dipersilakan untuk apply ke project-project lainnya.

Ini artinya setahun sudah gue menyambi kuliah dan kerja, artinya setahun sudah gue menjadi full-time student part-time worker. So, how's it going so far?

Tahun lalu gue sangat ambi untuk menjadi produktif. Terbiasa kerja 9 jam per hari, ditambah aktivitas di luar kantor, dan terbiasa untuk punya income dengan angka tertentu, membuat gue tertuntut untuk tetap aktif dan produktif selama menjalani S-2 ini. Ngga ada tuntutan dari lingkungan, tapi dari diri sendiri. Rasanya tau kapasitas diri bahwa bisa melakukan lebih, bisa memaksimalkan waktu untuk mempersiapkan masa depan, dan tau bahwa seharusnya waktu itu ngga dibuang begitu aja, perlu diisi dengan sesuatu yang produktif.

Freelance kerja di Inspigo, freelance kerja di Appen, plus ngerjain beberapa proyek survey mengisi hari-hari gue di luar kuliah. Mungkin itu konsisten sampai sekitar 6-7 bulan berikutnya. Kuliah pun juga masih manageable. Ada kalanya beban tugas dan aktivitas di kampus lagi tinggi sampe perlu usaha lebih untuk ngeluangin waktu ngerjain yang lain, tapi most of the time S-2 ini cukup lowong bagi gue pribadi. Sangat punya waktu untuk me-time, Netflix n chill, jalan-jalan, nongkrong sama temen, dan tentunya olah raga.

Di bulan-bulan berikutnya, gue mulai mengurangi aktivitas-aktivitas "produktif" tersebut dan lebih banyak meluangkan waktu untuk enjoy my life. Haha maksudnya to be more laid-back and chill. Di saat lagi lowong gue lebih sering nonton film, nonton TV, denger lagu, main socmed, ngapain kek yang kalo kata orang males-malesan. Dulu kalo ada waktu luang dikit langsung minta kerjaan. Sekarang ya kalo dikasih aja, ngga terlalu banyak minta.

Di satu titik gue merasa, mungkin privilege ini ngga selamanya bisa gue dapet. Setelah lulus ini mungkin gue akan kembali sibuk kerja, mengurus keluarga kalo udah nikah nanti, dan ngurusin urusan-urusan orang dewasa lainnya. Mungkin privilege ini akan berakhir dalam 1-1,5 tahun ke depan. So enjoy while it lasts.

Bukan berarti gue ga mikirin masa depan. Kemarin-kemarin gue sangat berpegang bahwa waktu dan umur itu terus berjalan, ngga peduli gue lagi S-2 atau ngga, dan ada masa depan yang menanti dan harus dipersiapkan. Jadi selagi gue bisa mempersiapkan, persiapkanlah dengan baik. Gunakan masa muda dengan bijak.

Sampe sekarang pun gue masih berpegang pada prinsip itu, hanya kadarnya dikurangin. Sekarang ga perlu push myself too far, karena ngerasa kalo uang bukanlah goal dari segala-galanya. Uang bukanlah life goal utama. It's a good thing to earn money and prepare for my future, but it's not all about money. We need to enjoy life. Buat apa kerja keras tapi kecapekan sendiri, ga punya waktu cukup untuk diri sendiri, dan akhirnya merasa ga bahagia. Jadi coba dikurangin kecemasan tentang masa depannya dan lebih enjoy the moment, live in the present. Nikmatin aja apa yang ada sekarang, sambil tetap mempersiapkan masa depan.

Kalo kemaren gue dateng ke talksnya mas Aakar Abyasa dari Jouska, ga perlu semua uang nganggur kita kita invest. Gunakanlah sebagian untuk menyenangkan diri, gunakanlah untuk melakukan atau membeli apa yang kita inginkan. Buat apa punya uang banyak kalo ga bisa nikmatin itu? :) Dan tentunya perlu menyisihkan uang dan waktu kita untuk hal-hal yang membuat kita senang supaya tetep waras. Dan balik lagi, enjoy waktu (sangat) lowong gue yang mungkin tinggal 1,5 tahun lagi, while it lasts.

Kembali lagi ke kerjaan, setelah diberhentikan dari project di Appen tersebut, gue nggak langsung apply project baru. Istirahat dulu lah break beberapa waktu, karena ternyata bosen juga ngerjain project yang sama dan monoton selama setahun. Jenuh. Beda sama kerjaan kantor yang lebih dinamis, kalo di Appen ini kerjanya setiap hari sama. Jadi break dulu sampe refreshed dan siap untuk berkomitmen mengerjakan project jangka panjang berikutnya.

Kalo di Inspigo gimana? Sebelumnya freelancer di Inspigo cuma gue sendiri, yang artinya tim konten cuma berisi 3-4 orang. Kala itu beban kerja cukup banyak, mulai dari konten reguler, konten kolaborasi, konten event, branded content (konten yang mengandung iklan), sampe konten untuk learning internal perusahaan, dan itu dikerjakan oleh kami ber-3. Sekarang tim konten udah punya VP, freelancer pun bertambah banyak, sehingga tim kami semakin besar. Otomatis beban kerja gue menurun, jadi beneran kayak freelance haha. Kalo tadinya jadi semacam part-time atau full-time freelancer. Di satu sisi yaa ada senengnya karena jadi punya lebih banyak waktu lowong, tapi di satu sisi ada sedihnya karena otomatis income menurun haha. Gitulah serba-serbi freelancing.

Sering juga ditanya orang status gue apa di Inspigo, ya gue bilang freelance. Kadang becandainnya freelance permanen haha. Karena memang employmentnya akan jalan terus sampai waktu yang tidak ditentukan, selama masih saling membutuhkan dan bisa saling bantu, we keep working on that.

Terus yang tadinya ngerjain segala macem konten sampe bikin prototype untuk berbagai produk baru, sekarang role gue udah lebih terfokus. Gue diplotkan untuk pegang konten yang kerjasama sama brand, baik branded content atau untuk internal perusahaan. Saat ini sih kebanyakan bikin konten untuk internal perusahaan, jadi konsepnya perusahaan A mau bikin e-learning berbentuk audio dengan topik tertentu, dan pembicara bisa dari internal atau eksternal perusahaan. Konten tersebut nantinya hanya bisa diakses karyawan-karyawan perusahaan tersebut. Nggak cuma bikin konten audio podcast tapi juga bikin konten untuk offline event seperti talks, seminar, dan sebagainya, tapi masih dalam lingkup internal perusahaan. Welcome to the new era of learning.

Pekerjaan ini tentunya bersinggungan dengan jurusan S-2 gue. Mungkin di kampus gue belajar tentang teori dan praktik idealnya, tapi melalui pekerjaan ini gue jadi tau praktiknya seperti apa, tren saat ini seperti apa, dan inovasi-inovasi apa yang lagi atau akan happening di dunia kerja. Jadi tau isu apa sih yang banyak dialami, dibutuhkan, dan diminta untuk dijadikan materi learning internal. Jadi tau platform dan metode belajar apa sih yang dipake perusahaan untuk learning and develop their employee. And that somehow fascinates me.

Di satu sisi jumlah pekerjaannya menurun, tapi di satu sisi tuntutan dan tanggung jawabnya meningkat. Disini tim brand ngerjain konten yang diminta oleh klien. Tentunya sebagai klien mereka membayarkan sejumlah biaya dan punya ekspektasi yang harus dipenuhi. Apalagi klien-klien Inspigo itu hampir semua (atau semua?) big brands. Perusahaan besar yang udah punya nama. Di satu sisi we feel honored that they trust us, tapi di satu sisi harus bisa membuktikan bahwa they invest in the right place. After all, I am proud of what I'm doing right now.

Salah satu hal yang gue cintai adalah making impact. Mungkin impact itu ga harus selalu datang dari gue langsung, tapi disini gue bisa menjembatani antara orang-orang yang punya ilmu dan orang-orang yang butuh ilmu. Dan itu cukup membawa kebahagiaan bagi gue yang bekerja di belakang layar.

Mungkin yang agak bikin sedih dari difokuskannya gue ke tim brand adalah jadi kurang eksplor beragam topik di luar sana. Kalo dulu pas pegang konten reguler kerjanya research topik-topik baru, unik, dan menarik di luar sana, research orang-orang yang lagi happening di luar sana, bisa bikin konten untuk orang-orang yang gue kagumi, bisa dari finance tiba-tiba ngerjain bisnis tiba-tiba ngerjain parenting, kalo sekarang di tim brand cenderung ngerjain topik yang serupa untuk berbagai perusahaan. Karena ternyata kebutuhan atau trennya mirip-mirip. Plusnya adalah, ya mungkin udah punya referensi apa aja yang mau diomongin dan ditanyain. Intinya plus minus lah. Yang penting ngerasa enjoy dengan kondisi sekarang aja udah bersyukur banget buat gue.

So, cheers to another full-time-part-time year!

You Might Also Like

0 comments