asian

SATOO

November 10, 2013

19 Oktober 2013


Kayaknya ini pertama kalinya sengaja makan di resto buffet dan bukan untuk breakfast atau ada acara. Pengalaman pertama ini di hotel Shangri-La bernama SATOO. Sebelum kesini, tentunya booking tempat dulu. Beberapa kali ditelepon, resto ini nggak mengangkat. Akhirnya kami melakukan online booking. Beruntung cepet-cepet booking, karena keesokan harinya, untuk tanggal dan jam yang kami pilih udah full booked. Nah untuk harga, harganya bervariasi ya tergantung hari apa dan jam berapa. Harga weekend berbeda dengan harga weekdays. Harga lunch juga beda dengan harga dinner. Untuk waktu yang kami pilih, yaitu Sabtu malam (weekend dinner) harga yang harus dibayar adalah 290k++ untuk satu orangnya, belum termasuk tax and service.

Karena satu dan lain hal, kami berangkat agak telat dan jalanan super macet. Deg-degan banget takut reservasinya dicancel. Katanya sih toleransi keterlambatannya 15 menit, dan kami bener-bener sampe depan Shangri-La itu 15 menit dari waktu reservasi. Itu baru sampe depan Shangri-La yang ada security check untuk kendaraan, belom turun, belom masuk, belom jalan ke restonya. Bener-bener berpacu dengan waktu deh. Tapi sebenernya agak cukup optimis karena mikir pasti kuota bookingnya itu nggak untuk semua tempat, pasti ada tempat yang tetep disediain untuk pengunjung yang langsung dateng tanpa booking dulu. Jadi andaikan reservasi kami dicancel, kami bisa tetep dapet tempat.

Begitu sampai dan menghampiri resepsionis, ternyata nama kami masih ada dan reservasi masih berlaku meski kami udah terlambat sekitar 5-10 menit dari batas toleransi keterlambatan. Pelayan langsung nganter kami ke dalem ke tempat yang telah disediakan. Di meja itu nggak ada tanda reservasi sama sekali sih, begitupun dengan meja-meja kosong lainnya.
  
Saat itu restonya ramai banget karena emang waktunya makan malem. Tapi masih tetep ada beberapa tempat yang kosong. Begitu kami duduk, seorang waitress langsung mengisi gelas kami dengan air putih. Nafas sebentar.. lalu kami pun mulai mengeksplor makanan. Hehe.

Di SATOO ini ada sekitar 12 open kitchen station, yaitu asian, sushi, indian, vegetarian, pasta, roti, dessert, dll, dan ada pula cheese station! Selain itu, saat kami kesana lagi berlangsung Germany Food Fest. Jadi ada satu station yang berisi makanan-makanan Jerman. Station ini adalah thematic station, jadi memang berganti-ganti sesuai tema.



Asian station kebanyakan berisi chinese food. Dari sini gue mengambil pineapple chicken yang enaaak banget! Potongan ayam yang digoreng tepung, lalu dikasih saus pineapple yang asem-manis-seger, ditambah dengan potongan buah nanas yang yummy banget. Selain ayam, gue juga ambil black pepper beef yang juga enak dan nggak spicy. Terus ada juga baked potato yang dilumuri dengan krim yang rasanya gurih. Rasanya enak banget, cuma potongan kentangnya agak terlalu besar menurut gue jadi ga seimbang sama banyak krimnya. Di Asian station ini juga lumayan banyak jenis ikan.

Nah.. Untuk cheese station gue kalap. Gue ngambil semua jenis keju kecuali cheddar. Au deh nama-namanya apa nggak kenal, yang penting nyobain. Haha. Cara ngambil kejunya ini dipotong dengan pisau yang telah disediakan. Ngambilnya sih sedikit-dikit aja karena eneg juga kan kalo kebanyakan keju. Selain keju, di station ini juga disediain semacem side dishnya untuk dimakan bareng keju. Ada crackers, cookies, kacang-kacangan, serta manisan buah-buahan. Gue nggak terlalu tertarik untuk nyobain lain-lainnya itu, yang penting nyobain keju. Jadi gue cuma ambil crackers dan satu jenis manisan buah apa kurang tau juga.

Setelah mengicip masing-masing keju, overall gue kurang suka dengan keju-keju itu. Beberapa ada yang asiiin banget, ada yang pahit, ada juga yang lumayan enak. Tapi mayoritas asin banget. Mungkin karena masih bentuk keju utuh, nggak diolah jadinya bener-bener rasanya pure. Dari situ gue menyadari kalo manisan-manisan, crackers, dan cookies memang diperlukan supaya nggak nge-gadoin keju dan rasanya balance ga keasinan.

Selanjutnya, gue ke Indian station. Dari beberapa review yang gue baca, katanya makanan di Indian station ini kurang enak. Tapi gue penasaran karena emang suka makanan yang kaya rempah gitu. Disini gue mengambil cukup banyak makanan, di antaranya kerupuk india, kambing saus apa gitu, ayam saus yoghurt, bayam goreng, jamur dengan bumbu apa lupa juga, nasi briyani. Masih banyak lagi sebenernya jenisnya. Agak bingung milihnya karena di SATOO ini, satu jenis bumbu hanya ada pada satu jenis daging. Ada yang gue pengen coba bumbu atau sausnya, tapi dagingnya itu kambing, atau ikan, yang mana gue nggak terlalu suka. Dan hal ini berlaku pada semua station. Akhirnya karena penasaran banget dengan salah satu saus gue lupa namanya apa, gue ngambil daging kambing meski gue nggak suka. Gue juga mengambil saus mangga.


Ternyata daging kambingnya sama sekali nggak terasa seperti daging kambing. Malah kayak daging sapi baik secara rasa maupun tekstur. Enak banget! Kalo nasinya, disini nasinya nggak pulen tapi justru terpisah-pisah kayak nasi goreng dan cenderung agak kering. Rasanya juga agak hambar. Lalu untuk bayamnya gue nggak terlalu suka. Cuma gue cocol dengan saus mangga dan yoghurt yang keduanya enak banget, jadi saus ini ngebantu gue makan bayam gorengnya lah. Untuk jamur rasanya aneh dan agak asem-asem gitu. In summary, daging-dagingannya sih enak banget dengan masing-masing saus yang gue lupa namanya apa. Sausnya kaya bumbu banget dan meresap sampe ke dalem daging. Terus disini juga ada roti-rotian seperti roti canai.

Selanjutnya, gue mencicipi pasta yang stationnya rame banget. Nah untuk station pasta ini, orang-orang nggak ngambil makanannya sendiri tapi pesen dan nunggu diambilin sama chefnya. Karena ngantri banget, jadi ngambil pastanya nunggu pas sepi.

Gue nyoba dua jenis pasta. Pertama adalah Fusilli Bolognaise yang ditambah keju dan udang. Rasanya enak banget! Sausnya beda dengan saus bolognaise biasa, lebih apa ya.. Lebih kaya bumbu gitu, bukan sekedar tomat yang dicampur bawang bombay. Rasanya juga nggak terlalu asem. Dagingnya banyak banget, kejunya juga. Kematangan pastanya pun pas. Untuk udangnya, ukurannya sedeng, nggak terlalu besar ataupun kecil. Rasanya sih enak, cuma gue kurang suka kalo makannya digabung ke saus bolognaise.


Nah kalo yang ini entah pastanya apa, tapi gue ga suka banget. Bentuknya bukan kayak mie tapi lebih kayak makaroni. Teksturnya sangat kenyal tapi aneh. Baru sekali sih gue makan makanan yang teksturnya kayak gitu. Untuk saus carbonaranya lumayan enak. Daging asapnya enak banget!


Terus di Germany station gue nyobain sebuah daging berukuran besar dengan saus lada hitam dan saus bbq. Rasanya enak banget. Besar, tebal, tapi mudah dikunyah. Sausnya juga enak.

Dari beberapa review yang gue baca, kebanyakan reviewer mengaku nyesel udah keburu kenyang sebelum mencicipi berbagai dessert. Dari situ gue belajar untuk ga makan kenyang-kenyang supaya bisa nyobain dessert yang katanya enak-enak banget. Ngeliat dessert station yang tertata sangat rapi dan cantik, gue kalap ngambil segala macem. Rasanya pengen foto station itu cuma katanya sih ga boleh foto station, meski gue sendiri ga nyoba untuk foto.


Pertama-tama gue ngambil es krim rasa stroberi dan green tea. Dari berbagai macam topping mulai dari kacang-kacangan hingga cokelat-cokelatan, gue mengambil sedikit almond dan pistachio sebagai topping. Rasa es krimnya lumayan enak ya, green teanya nggak kemanisan ataupun pahit, stroberinya pun nggak asem atau kemanisan. Tapi sayang banget es krimnya cepet banget cair. Begitu diambil aja langsung mencair :(



Lalu gue mengambil berbagai macam dessert dalam satu piring. Ada fruit pie yang sebenernya gue salah ambil. Gue kira bagian bawahnya itu adalah cheesecake. Gue kira ini fruit cheesecake. Ternyata bawahnya itu kue pie yang teksturnya kering dan padat banget. Rasanya juga nggak manis. Gue kurang suka karena emang kurang suka kue pie gitu. Lalu ada sebuah bulatan coklat semacem rumball, tapi teksturnya kering banget. Makanan ini disajikan dengan cantik di atas sebuah sendok kecil sehingga terlihat elegan. Rasanya gue nggak suka karena agak pahit dan teksturnya juga kering. Selanjutnya ada caramel pudding. Nah kalo ini enak niih. Bentuknya mirip pudding karamel dengan secuil krim di atasnya sebagai pemanis. Puddingnya lembut, karamelnya juga enak dan nggak pahit. Selanjutnya ada krim padat rasa mango and raspberry dengan hiasan coklat berbentuk hati di atasnya. Rasanya cukup asem tapi ada manis-manisnya juga. Lumayanlah, asemnya masih bisa ditolerir Terakhir ada white chocolate berbentuk mangkuk dengan tatakan, diisi krim vanilla di atasnya, dan diberi hiasan kepingan cokelat putih lagi di atasnya. It's like triple sweet. Gue cuma makan krim dan hiasan cokelat kepingnya aja karena ga kuat sama manisnya dessert yang satu ini. Apalagi gue kurang suka white chocolate.



Terakhir, gue ngambil 3 buah churros yang dicelup ke chocolate fountain. Disini ada 2 chocolate fountain, yang satu yang coklat, yang satu lagi white chocolate. Selain churros, ada juga cookies lain untuk dicelup. Rasanya churros ini enak banget. Crispy but not too crispy outside, chewy inside. Gula di luar churros ini juga enak dan nggak terlalu manis. Makin sempurna ketika dicampur dengan cokelat cair. Yum! Selanjutnya gue ngambil cheesecake juga yang rasanya enak dan ukurannya besar. Rasa manis dan asinnya pas. Sebagai pemanis, ada hiasan coklat tipis di atas dan bagian belakang cheesecake ini.

Sebenernya masih baaaaaaanyak lagi jenis makanan disini yang nggak mungkin gue sebutin satu-satu. Dessertnya aja masih banyak jenisnya, termasuk kue tradisional seperti serabi. Terus ada juga fresh fruits station. Oh ya hal yang unik dari resto ini adalah adanya jamu station! Ya, jamu minuman berkhasiat a la Indonesia itu loh. Di station itu ada seorang ibu paruh baya yang dikonde dan mengenakan kebaya untuk meracik jamunya.

Untuk pelayanan disini tergolong cukup bagus ya. Sejak pertama kami datang, kami langsung dilayani dengan baik dan gelas yang mulai kosong selalu diisi kembali. Piring bekas makan juga cukup cepat diangkatnya tanpa kita minta. Rata-rata pelayan disini juga ramah. Sayangnya, kualitas pelayanan tersebut nggak dipertahankan sepanjang malam. Awal-awal gelas kamu selalu diisi hingga penuh. Kami nggak perlu nunggu gelas kosong tau-tau udah penuh lagi. Namun makin malam, restoran makin sepi, gelas kami jarang diisi lagi, bahkan ada saatnya sampai gelas kami kosong. Mungkin karena pengunjung mulai sepi, jumlah pelayan yang patroli lebih sedikit jadi mereka nggak lihat kalau ada gelas kosong yang perlu diisi.

Disini juga ada private room. Nggak private banget sih karena dindingnya kaca semua jadi tetep kelihatan dari luar. Tapi ruangan ini cukup kecil dan kedap suara. Nah, saat kami kesini, isinya adalah sepasang artis Chelsea Olivia dan Glen Alinskie sama teman/keluarganya. Ternyata saat itu Glen lagi ultah dan dikasih surprise sama pacarnya yang kerja sama sama pihak restonya. Surprise ultah nggak hanya ada untuk Glen, banyak pengunjung lain yang juga dapet birthday surprise. Biasanya pelayan akan dateng bawa seloyang kue dan lilin sambil menyanyikan lagu Happy Birthday. Sepanjang gue disana, beberapa kali surprise dilakukan oleh para pelayannya. Wajar sih banyak yang ultah disana, karena tempat itu nggak umum dijadikan tempat makan biasa, dan biasanya memang dikunjungi saat special occassion.

Overall gue suka dengan resto ini karena varian makanannya beragam banget dan rasanya enak-enak. Bisa dibilang kalo harga yang dibayar sebanding dengan kualitas dan pelayanannya lah. Suasananya juga enak. Ramai tapi nggak berisik.

Ketika bayar, untuk berdua habis sekitar 701k udah termasuk tax and service. Kalo ngeliat biayanya... Ke tempat kayak gini juga nggak sering-sering kok, kalo bener-bener special occassion aja :") Terus disini juga ada beberapa jenis promo dengan menggunakan kartu bank tertentu. 



SATOO
Shangri-La Hotel level 1
Kota BNI, Jl. Jendral Sudirman kav. 1
(021) 29399580
www.shangri-la.com/jakarta/shangrila/dining/restaurants/satoo/

You Might Also Like

0 comments