HALOOOO. Udah lama bangett ga nulis blog :”) Udah sampe berdebu dan lumutan ini blog. Tapiii momen kali ini wajib banget didokumentasiin, yaitu perjalanan kehamilanku dari mulai mempersiapkan kehamilan sampe proses lahirannya. Udah diniatin dari pas hamil kalo momen ini harus kutulis di blog kalo udah lahiran. Utamanya untuk kenang-kenangan pribadi karena momen ini luar biasa banget untukku, yang aku ingin terus bisa ingat dan mengenang perjalanannya, syukur-syukur kalo bisa bermanfaat untuk orang lain juga.
Bare with me karena ini akan jadi postingan yang sangat panjang wkwk. Udah lama bangett ga nulis panjang dan detail, tapi ya karena tujuannya untuk dokumentasi pribadi dan di platform pribadi, jadi ga apa-apa ya.
_____
1,5 tahun.
7 obgyn dan 2 androlog,
adalah waktu yang dibutuhkan dan dokter yang terlibat untuk sampai si kecil lahir.
Dari sebelum menikah, aku dan suami sepakat untuk ngga langsung punya anak, karena kami ingin menikmati waktu berdua dulu dan ingin mempersiapkan segala sesuatunya untuk anak, dari segi mental, fisik, dan finansial. Kami pengen jadi orang tua yang mindful, yang (lebih) siap, jadi anak kami bisa dapet kualitas hidup yang lebih baik dan orang tua yang siap membersamai dia. Awalnya kami menunda selama 6 bulan, tapi pas menjalani 6 bulan kok ternyata cepet dan sebentar banget ya haha. Jadilah kami baru memutuskan untuk mulai mempersiapkan punya anak setelah 1 tahun menikah. Mempersiapkan means memasuki fase prakonsepsi, menjalani serangkaian pemeriksaan, persiapan, dan treatment dulu sebelum akhirnya hamil.
PRA-KONSEPSI
Tau ngga kalo kehamilan itu ternyata perlu dipersiapkan loh bukan langsung tekdung. Kondisi fisik ibunya perlu dipersiapkan untuk jadi rumah terbaik bagi anaknya, karena banyak outcome anak dimulai sejak dari kandungan bahkan sebelumnya. Selain itu supaya kehamilannya bisa sehat dan nyaman.
Aku pribadi ada riwayat kesehatan sejak remaja, yaitu hormon yang ga seimbang. Beberapa tahun lalu pernah periksa ke obgyn, katanya nanti kalo mau punya anak periksa lagi aja. Jadilah pas udah memutuskan mau punya anak, aku datang ke obgyn untuk periksa kesehatanku, mulai dari anatomi fisiologis organ reproduksi, gula darah, hormon yang berkaitan dengan reproduksi, dan kadar vitamin D dalam tubuh. Tujuannya untuk memastikan bahwa tubuhku bisa dan siap untuk hamil dengan sehat.
Ngga hanya aku sebagai pihak perempuan yang mempersiapkan, suamiku juga ikut mempersiapkan diri untuk fase konsepsi, karena pembuahan itu faktor 2 pihak, bukan hanya perempuan atau laki-lakinya aja. Keduanya perlu sehat dan siap agar kehamilan bisa terjadi dan berlangsung dengan sehat. Faktanya, sekian persen keguguran itu terjadi karena kualitas sperma yang kurang baik sejak awal. Dan masih banyak hal lain yang bisa terjadi karena kualitas sperma. Jadi penting banget untuk suami dan istri sama-sama mempersiapkan kesehatan diri agar kehamilan bisa berjalan baik.
Untungnya suamiku tipe orang yang sangat terbuka dan mau menjalani ini semua. Kami jalanin serangkaian tes bahkan dari sebelum menikah, kayak premarital check up. Premarital check up penting banget untuk mencegah risiko kesehatan irreversible yang mungkin timbul. Lalu kalo dari serangkaian tes itu ada hasil yang kurang baik gimana? Mungkin ketakutan banyak orang adalah ngga jadi nikah, padahaal keputusannya belum tentu itu. Justru dengan tau kondisi kesehatan masing-masing, jadi tau apa yang perlu diperbaiki atau ditreatment dulu, dan ada cukup waktu untuk memperbaiki itu sebelum terjadi kehamilan.
Setelah menjalani serangkaian tes dan konsul ke beberapa obgyn dan androlog, ternyata dari sisiku dan suami ada hal-hal yang perlu ditreatment dulu, baik menggunakan vitamin, obat, dan yang paling penting adalah pola hidup. Aku pribadi sebetulnya ngerasa udah jalanin pola hidup yang sehat dengan makan sehat, tidur cukup, rajin olah raga, ga konsumsi alkohol dan rokok, tapi ternyata itu belum cukup untuk aku yang didiagnosis PCOS. Aku perlu lebih batasin gula dan tepung karena ternyata PCOS rentan banget dengan kadar gula darah dalam tubuh, perlu lebih BANYAK protein dan serat, olah ragaku perlu lebih dirutinin lagi jadi biasanya aku 3x seminggu, lalu ga hanya durasi tidur cukup tapi jam mulai tidur juga perlu diperhatiin sebisa mungkin ga lewat dari jam 11 malam. Selain itu, ada kondisi fisiologisku yang mungkin akan jadi tantangan untuk bisa hamil dan melahirkan normal.
Jujur untuk konsisten ngelakuin perubahan itu ga mudah. Pastii ada banget kebablasan ngga olah raga, tidur lebih larut, makan tepung-tepungan, tapi ya kita usaha ajalah lakuin terbaik yang kita bisa yang penting jangan malah stress. Setiap usaha itu berdampak kok. Yang bikin lebih mudah untuk disiplin dan konsisten adalah inget our strong ‘why’. Kenapa kita ngelakuin itu semua, apa yang mau kita capai. Dengan inget itu, jadi lebih termotivasi untuk jalanin ini semua.
Untuk vitamin aku rutin konsumsi Queenvit dan Force D 5000 IU. Dipastikan juga konsumsi asam folat dari beberapa bulan sebelum hamil karena penting banget kadar asam folat di dalam tubuh cukup saat mulai terjadi kehamilan. Aku juga coba konsumsi macem-macem untuk ningkatin peluang kehamilan, mulai dari madu khusus perempuan, sarang burung wallet dari Royal Majesty, sampe godokan rempah cina dari Ciakpo, tapi aku ga bisa bilang mana yang works dan engga, karena kayaknya ga cukup aku yang konsumsi segala macem, dari sisi suami juga harus ada perubahan yang signifikan untuk kehamilan bisa terjadi.
Salah satu tantangan PCOS fighter adalah siklus haid dan masa subur yang ga teratur, jadi aku juga rutin pake ovulation test untuk tau masa suburku kapan. Jujur ini membantu bangettt buatku, karena mudah banget dilakuin di rumah kayak test pack biasa, hasilnya akurat, jadi kita ga nebak-nebak kapan waktu suburnya.
Aku juga ikut webinar tentang kehamilan, supaya tau gambaran saat hamil itu kayak apa, perubahan tubuh dan hormonnya gimana, nutrisinya perlu gimana, tantangannya, apa yang perlu dilakukan sebelum dan selama hamil agar lebih nyaman. Jujur ini membantu bangett jadi kita ada bayangan dan ga kaget saat ada perubahan-perubahan di diri kita nantinya, dan bisa menghindari hal-hal yang bikin kehamilan jadi ga nyaman. Di webinar itu juga disampaikan bahwa sebaiknya (kalo ada dana lebih), emang perlu cek kesehatan segala macem untuk memastikan tubuh siap untuk hamil, untuk menghindari berbagai risiko di kehamilan. Disitu aku merasa tervalidasi bahwa bukan aku yang overprepare tapi emang sebaiknya seperti itu :”)
Lalu untuk olah raga, seringnya aku yoga, tapi diselingin juga sama cardio dan sesekali strength training karena ternyata butuh ketiganya untuk tubuh lebih sehat. Kalo ngikutin mauku, aku akan yoga terus aja karena emang secinta itu, tapi ternyata yoga aja ga cukup, harus diimbangi jenis olahraga lainnya.
_____
Perjalanan menunggu kehamilan ini agak ups and downs buatku. Sebenernya kami lumayan santai dan ga ngeburu-buruin harus segera punya anak, kami masih sangat nyaman berdua, tapi tetep ada harapan untuk bisa dikaruniai anak. Satu-satunya yang bikin aku ingin segera punya anak adalah faktor usia. Usiaku udah di atas 30, artinya kesuburan mungkin mulai menurun dan semakin bertambah usia maka risiko komplikasi kehamilan semakin meningkat. Ini artinya aku “ga punya” banyak waktu untuk menunda lagi, apalagi aku pengen punya lebih dari 1 anak, jadi perlu berhitung kapan punya anak pertama, jeda, dan kapan punya anak berikutnya. Meskipun itu semua kehendak Allah dengan timeline terbaikNya.
Setiap kali aku test pack dan belum hamil, rasanya mixed feeling. Ada sedihnya, ada keselnya karena udah usaha tapi belum berhasil, kadang ada leganya karena mungkin di bulan tersebut lagi ga dalam kondisi optimal, tapi aku selalu percaya bahwa timing Allah adalah yang terbaik.
Saat udah 1 tahun berusaha, mulai ada pikiran apa coba inseminasi atau bayi tabung. Tapi di satu sisi masih cukup yakin kalo bisa hamil spontan. Mulai kepikir untuk konsul ke obgyn subspesialis fertilitas juga. Tapi belum jadi ternyata di suatu pagi aku test pack dan muncul lah garis 2 itu :””)
Begitu hasilnya positif langsung kasih tau suami. Rasanya percaya ga percaya akhirnya dikaruniai, dipercayakan amanah anak oleh Allah. Jauh di lubuk hatiku, aku agak feeling kalo mungkin dikasih anaknya setelah berhijab. Dan betul, aku dikaruniai anak sekitar sebulan setelah berhijab :”) Mungkin Allah ingin aku jadi pribadi, jadi muslimah, jadi (calon) ibu yang lebih baik dulu sebelum mendidik anakku nanti.
Aku mengulang test pack dengan merk berbeda beberapa hari kemudian untuk memastikan kembali hasilnya, dan semua tesnya Alhamdulillah konsisten hamil :”) Disitu aku masih harap-harap cemas karena untuk memastikan bener hamil dan kehamilannya berkembang, perlu periksa ke obgyn dulu. Langsung lah aku bikin appointment untuk periksa ke obgyn.
_____
Selain mempersiapkan fisik dan mental, beneran deh dalam usaha punya anak itu perlu persiapan finansial karena biaya yang dibutuhkan itu besar. Biaya konsul, cek lab, beli vitamin dan ini itu, dan lain-lain.
KEHAMILAN
Saat periksa pertama setelah positif test pack, Alhamdulillah benar aku hamil dan kondisi kantung janinnya ada di dalam rahim. Lega pertama. Tapi masih harus deg-degan nunggu 2 minggu lagi untuk memastikan janinnya berkembang, bukan blighted ovum. Dalam 2 minggu itu rasanya bingung boleh olah raga apa engga, takutnya ada gerakan tertentu yang bikin kehamilannya jadi “gagal”.
2 minggu pun berlalu dan saat periksa, Alhamdulillah janinnya berkembang dan udah sebesar kacang almond 🥹 Sejak saat itu, aku dan suami manggil si baby dengan panggilan Almond sampe kita dapet nama untuk baby.
Selama hamil, Alhamdulillah banget aku merasa kehamilanku sehat dan nyaman. Masih lumayan bisa beraktivitas kayak biasa, makan juga bisa masuk semua, ga ada eneg atau ngidam sesuatu, ga insomnia, ga pegel berlebihan, kaki ga bengkak, dan banyak keluhan ibu hamil yang ga aku alami. Perut juga ga yang gede banget. Bahkan orang-orang kantor banyak yang surprised aku hamil karena kayak orang ga hamil wkwk. Mood juga tergolong stabil.
Di trimester pertama yang kerasa adalah ngantukan dan gampang capek atau ngos-ngosan padahal ga ngapa-ngapainn. Aku bukan tipe orang yang gampang ngantuk apalagi siang-siang. Tapi ini jadi sering tidur siang karena ngantukkk. Ternyata itu karena tubuh lagi bekerja keras untuk mengembangkan janin dan banyak hal lainnya di tubuh kita.
Alhamdulillahnya aku juga ga mual-mual. Kayaknya selama hamil cuma muntah 5x dan itu gara-gara ngebayangin catering yang ga enak 😅
Di trimester ini juga aku masih naik kendaraan umum untuk ke kantor. Nah, kalo lagi naik transum tuh rada galau duduk di kursi prioritas apa ngga. Karena jujur ngerasanya kuat untuk berdiri, apalagi perut belum membesar kan, jadi kayak ga enak gitu kalo duduk di kursi prioritas. Tapi lama-lama aku mikir aku ga boleh egois, tubuhku dan janinku mungkin butuh aku duduk di perjalanan yang ngga sebentar itu. Akhirnya aku pakai pin ibu hamil. Itupun kalo kursinya lagi terisi, aku diem aja ngga minta tempat duduk. Biasanya penumpang lain yang liat yang kasih atau mintain tempat duduk untuk aku. Sejujurnya aku si anak mandiri dan ga mau ngerepotin tuh rasanya ga enaaak banget kalo dikasih tempat duduk prioritas. Tapi mau ga mau harus kita terima ya demi dedek.
Di trimester kedua badan jauh lebih nyaman dalam arti kayak ga hamil. Udah ga ngantukan dan ga gampang capek. Karena bajuku juga cenderung longgar sejak berhijab, perut baru keliatan kalo dipegang. Jadi masih banyak yang ga ngeh aku hamil wkwk.
Pertama kali foto "bertiga" di 4 bulan
Di trimester ketiga agak balik kayak trimester pertama yang lumayan ngantuk dan agak lebih cepet capek. Pinggang dan tulang kemaluan juga pegel terutama kalo pas lagi pindah posisi tidur atau dari gerakan duduk ke berdiri. Tapi 1 hal yang ku syukuri banget selama hamil adalah nafas ngga engap. Kemungkinan karena otot diafragma cukup lentur karena olah raga dan posisi kepala janin juga udah di bawah dari 25 minggu sehingga cukup ruang untuk bernafas.
![]() |
| The belly is getting biggerrr. Selalu pake masker kalo pergi demi jaga kesehatan |
Part paling pusing di trimester ini adalah belanjaaa. Sungguh, buanyak banget printilan yang harus dibeli. Saking banyaknya sampe jadi member Shopee Platinum. Di saat banyak ibu-ibu semangat banget belanja sejak awal hamil apalagi anak pertama, buatku yang dasarnya ga suka belanja, sungguh ini PR banget. Mesti riset produk, merk, bandingin, beli, unboxing, so much mental load.
![]() |
| Ga nyangka akhirnya sampe di titik ini :") Terharu juga pas barang-barang mini ini mulai dateng :") |
_____
Ini ada hal-hal yang kulakuin selama hamil yang mungkin berpengaruh membuat kehamilanku jadi lebih nyaman. Tentunya semua kemudahan ini atas izin Allah tapi tentu sebagai manusia kita harus berusaha semaksimal mungkin yaa.
1. Olah raga
Selama hamil aku tetep konsisten olah raga terutama yoga, sambil sesekali diimbangi dengan cardio dan strength. Aku olah raga bener-bener bermodalkan Youtube. Sempet ikut kelas yoga prenatal online tapi buatku kurang nampoll karena beginner banget. Buatku yang terbiasa olah raga, video-video yoga prenatal luar negeri lebih cocok karena lebih kerasa olah raga. Ada 1 channel yang aku bener-bener cocok sampe udah ga cari channel lain, nama channelnya Prenatal and Postpartum TV.
Selama hamil aku tetep konsisten olah raga terutama yoga, sambil sesekali diimbangi dengan cardio dan strength. Aku olah raga bener-bener bermodalkan Youtube. Sempet ikut kelas yoga prenatal online tapi buatku kurang nampoll karena beginner banget. Buatku yang terbiasa olah raga, video-video yoga prenatal luar negeri lebih cocok karena lebih kerasa olah raga. Ada 1 channel yang aku bener-bener cocok sampe udah ga cari channel lain, nama channelnya Prenatal and Postpartum TV.
Di IG sering liat tips untuk bumil mengatasi keluhan ABCD, yang ternyata gerakannya sama dengan yang di yoga channel itu. Awal-awal masih ngerasa kurang karena biasanya durasi olah raganya cuma 20-30 menit, biasanya aku olah raga 30-60 menit. Tapii coba untuk ga diforsir dan menyesuaikan kondisi tubuh aja. Olah raga untuk melatih core juga penting supaya perut membesarnya ga over, ga gampang keluar stretch mark, dan setelah lahiran kembalinya lebih cepet.
Kadang juga jalan kaki sekalian beli sarapan. Sengaja muter dulu atau cari rute yang beda biar sekalian refreshing hehe.
2. Makan sehat
Begitu tau positif hamil, aku langsung langganan catering sehat supaya lebih bersih dan nutrisinya lebih terjaga dibanding beli-beli sembarangan, karena aku ngga masak. Aku cobain macem-macem catering sehat dari yang terkenal banget sampe yang baru denger, dari yang cukup murah sampe yang lumayan pricey.
Begitu tau positif hamil, aku langsung langganan catering sehat supaya lebih bersih dan nutrisinya lebih terjaga dibanding beli-beli sembarangan, karena aku ngga masak. Aku cobain macem-macem catering sehat dari yang terkenal banget sampe yang baru denger, dari yang cukup murah sampe yang lumayan pricey.
So far aku paling cocok sama Pure Plate, baru nomor duanya HealthyGo. Pure Plate menurutku rasanya enak kayak masakan rumah banget ga kayak catering lain yang kayak mass production, porsi lauk dan sayurnya oke, terus bisa diganti nasi merah. HealthyGo rasanya juga enak dan bisa extra sayur, menunya variatif, tapi dia lumayan banyak menu tepung kayak roti, mie, dan pasta, yang mana aku hindarin selama hamil.
Aku juga perbanyak protein, cemilan-cemilanku diusahain yang mengandung banyak protein. Porsi makan buahku juga jadi buanyak karena buat cemilan. Untuk makanan lainnya juga perlu lebih aware aja sih, mana yang bernutrisi buat tubuh bukan cuma kenyang, dan mana yang ga bernutrisi itu boleh sesekali aja. Sayang kalorinya haha. Daan supaya berat badan juga bertambahnya ga berlebihan.
Yang aku belajar dan aku usahain adalah makan kuning telur! Sebelumnya aku ga suka banget kuning telur kecuali kalo didadar atau scrambled. Tapi ternyata kuning telur sepenting itu untuk janin karena mengandung choline yang susah ditemui di makanan atau vitamin lain. Jadi kuusahakan untuk makan telur (dan kuningnya) seenggaknya 2 butir per hari.
3. Minum vitamin sesuai kebutuhan
Kayaknya vitamin yang tepat itu ngaruh banget juga ke kesehatan selama hamil. Selama hamil, pagi aku minum Force D 5000 IU dan Cal 95, siang minum Blackmores Pregnancy and Breastfeeding Gold 2 kapsul, habis makan malam minum Cal 95 lagi, terakhir sebelum tidur minum Sangobion atau Hemobion.
Kayaknya vitamin yang tepat itu ngaruh banget juga ke kesehatan selama hamil. Selama hamil, pagi aku minum Force D 5000 IU dan Cal 95, siang minum Blackmores Pregnancy and Breastfeeding Gold 2 kapsul, habis makan malam minum Cal 95 lagi, terakhir sebelum tidur minum Sangobion atau Hemobion.
Awalnya aku sempet minum Folamil Genio, tapi jadinya ganti ke Blackmores karena menurut obgynku lebih lengkap ada DHAnya. Meskipun Hbku normal, tapi tetep disuruh minum tablet tambah darah Sangobion juga karena nantinya zat besi itu akan banyak diserap janin, jadi aku tetep butuh. Pas trimester 2 akhir, Hbku sempet turun walau udah rutin minum Sangobion. Jadinya diganti Hemobion 1x sehari dan pas 2 minggu kemudian udah balik normal, Hemobionnya jadi 2 hari sekali aja.
Semua vitamin ini tentu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang. Vitamin untukku bisa beda dengan kebutuhanmu, jadi konsul lah ke obgyn masing-masing. Di grup bumil yang aku join juga lumayan sering bahas vitamin. Aku beberapa kali tanya ke obgynku kalo merk vitamin yang A gimana? Kalo B gimana? Ternyata vitamin yang populer belum tentu yang kualitasnya terbaik. Jadi aku merasa so far yang diresepkan obgynku untukku adalah yang paling cocok.
Sebuah tips, aku biasanya beli vitamin di apotek Tokopedia Mall atau Halodoc. Harganya jauhhh lebih murah daripada nebus resep di RS. Jadi setiap kali diresepin apapun sama dokter, aku dan suami beli online, kecuali kalo itu racikan dan ga dijual bebas.
4. Pake stretch mark serum / cream
Ngikutin tips dari seorang influencer, begitu test pack positif LANGSUNG pake krim atau serum anti stretch mark haha. Ga nunggu sampe berapa bulan hamil dulu, tapi bener-bener langsung pake sejak awal hamil supaya kulit lembab dan elastis. Yang ga kalah penting untuk menghindari stretch mark adalah jaga kenaikan berat badan dan elastisitas perut dengan olah raga core.
Ngikutin tips dari seorang influencer, begitu test pack positif LANGSUNG pake krim atau serum anti stretch mark haha. Ga nunggu sampe berapa bulan hamil dulu, tapi bener-bener langsung pake sejak awal hamil supaya kulit lembab dan elastis. Yang ga kalah penting untuk menghindari stretch mark adalah jaga kenaikan berat badan dan elastisitas perut dengan olah raga core.
Namanya manusia hanya bisa berusaha ya tapi tetap takdir Allah, selama 8 bulan hamil aman tuh ga ada stretch mark sama sekali. Di bulan 8 ke 9 baru muncul lah stretch mark itu di bagian bawah pusar. Mungkin karena si dedek makin aktif bergerak di bawah sana jadi ketarik-tarik deh tuh perut kita. Ya kita terima saja tidak apa-apa 🤗
5. Tidur cukup
Bumil sebisa mungkin no begadang yaa. Aku selalu tidur lebih dari 7 jam. Nah jam tidurnya diusahain banget ga lebih dari jam 11 malam meskipun sesekali kelewatan. Malah awal-awal hamil jam 9 gitu kayaknya udah tidur karena nguantukk. Siang-siang aja suka ngantuk dan kadang power nap.
Bumil sebisa mungkin no begadang yaa. Aku selalu tidur lebih dari 7 jam. Nah jam tidurnya diusahain banget ga lebih dari jam 11 malam meskipun sesekali kelewatan. Malah awal-awal hamil jam 9 gitu kayaknya udah tidur karena nguantukk. Siang-siang aja suka ngantuk dan kadang power nap.
6. Rutin periksa kesehatan
Aku termasuk orang yang rajin cek kesehatan selama hamil. Belum hamil aja rajin apalagi pas hamil wkwk. Ga hanya yang wajib tapi yang sunnah juga kalo ada budget lebih kulakukan.
Aku termasuk orang yang rajin cek kesehatan selama hamil. Belum hamil aja rajin apalagi pas hamil wkwk. Ga hanya yang wajib tapi yang sunnah juga kalo ada budget lebih kulakukan.
Setiap bulan aku pasti kontrol ke obgyn, apalagi masuk trimester 3 udah per 2 minggu sekali. Di trimester pertama aku sempet cek lab di Puskesmas, lumayan untuk menghemat biaya sekalian nyobain. Tapi ribeett sungguh. Males di antrenya sih menurutku. Meskipun udah bawa surat rujukan dari obgyn, ternyata Puskes hanya terima surat rujukan dari poli hamil Puskes, jadi harus antre lama walau hanya untuk dapet surat rujukan. Itupun ternyata ga semua cek lab bisa tercover karena Puskes punya standar tes apa aja yang bisa dicover untuk bumil. Tapi emang murah banget sih cek lab di Puskes bahkan ada yang bisa gratis pake BPJS. Berikut-berikutnya aku biasanya cek lab di Prodia dan booknya via aplikasi jadi lebih murah. So far kubandingin dengan lab-lab lain, Prodia via aplikasi adalah yang paling murah.
Di trimester pertama aku juga cek NIPT untuk deteksi kelainan kromosom seperti down syndrome. Ini tes ngga wajib, tapi kalo mau lebih aman bisa tes karena katanya hasilnya 99% akurat. Tapii udah mesti siap dengan apapun hasilnya dan mempersiapkan action plan apa yang akan dilakukan kalo hasilnya ga sesuai harapan.
Waktu itu aku galau banget tes apa engga, karena secara faktor risiko rendah, biayanya ga murah, dan yaa ini ga wajib. Tapi si anak antisipatif ini kan gitu yaa, kalo bisa kenapa engga, apalagi dikasih data tentang tes ini, ya akhirnya tergerak untuk melakukan. Bonusnya adalah NIPT ini bisa deteksi jenis kelamin secara akurat dibanding lewat USG aja. Jadi sebelum 4 bulan aku udah bisa tau jenis kelamin anakku.
Lalu periksa yang wajib-ga-wajib adalah fetomaternal ke obgyn subspesialis fetomaternal untuk cek detail seluruh organ janin. Sebenernya kalo kehamilan sehat dan risiko rendah, ngga wajib feto. Tapi karena aku pengen tau aja feto itu kayak apa, dan kalo liat konten IG kok kayaknya penting banget, jadi aku periksa. Sebenernya aku feto agak telat di 25 weeks, sampe dokternya bilang kalo hasilnya ada apa-apa udah ga bisa diapa-apain lagi.
Alhamdulillahnya semua baik. Periksa feto dan konsul ini sejam lebih, lebih lama dari kontrol biasa karena bener-bener semua organ harus bisa terlihat. Waktu itu bagian kepala rada susah diliat karena kepala si dedek di bawah banget, jadi ditungguin lah sambil dicoba berbagai cara biar keliatan.
Laluu di trimester ketiga aku cek retina mata untuk memastikan apakah aku bisa lahiran normal pervaginam, karena minus mataku cukup tinggi. Ini maju mundur bangetttt mau periksa apa engga karena katanya kalo periksa retina efeknya pengelihatan bakal buram selama 4 jam dan aku ada trauma pas dulu operasi bintitan, pengelihatan buram ga bisa liat apa-apa. Buatku operasi mata yang dulu itu traumatik BANGET dan aku ga siap kalo harus ngerasain buram-ga bisa liat apa-apa kayak dulu lagi. Apalagi kata obgyn periksa itu ga wajib karena kemungkinan ablasio retinanya kecil, tapi kalo bisa cek akan lebih baik dan lebih aman.
Setelah konsul sana-sini, chatGPT, tanya pengalaman orang yang pernah cek retina, akhirnya aku memberanikan diri untuk cek ke JEC. I’m proud of me karena berhasil melawan ketakutan dan traumaku :”) Ada banget deg-degannya, tapi coba menenangkan diri dan selalu ditenangkan suami. Memang pengelihatan setelahnya jadi ga fokus untuk liat atau baca dekat, tapi masih sangat bisa ditoleransi. Alhamdulillah hasilnya baik dan dokter mata kasih lampu hijau untuk bisa lahiran normal.
7. Ikut kelas dan liat konten edukasi
Di trimester 3 aku mulai ikut kelas-kelas persiapan persalinan dan postpartum. Beberapa yang kuikuti itu kelas menyusui dari Kelas Menyusui Online, hypnobirthing, childbirth education, dan teknik mengedan dari Bumil Pamil, newborn care dan teknik menggendong (offline) dari Ruang Dandelion, dan beberapa kelas online dari Gaia Parenting tentang sleep training, pijat bayi, dan ceklis perlengkapan kebutuhan newborn.
Di trimester 3 aku mulai ikut kelas-kelas persiapan persalinan dan postpartum. Beberapa yang kuikuti itu kelas menyusui dari Kelas Menyusui Online, hypnobirthing, childbirth education, dan teknik mengedan dari Bumil Pamil, newborn care dan teknik menggendong (offline) dari Ruang Dandelion, dan beberapa kelas online dari Gaia Parenting tentang sleep training, pijat bayi, dan ceklis perlengkapan kebutuhan newborn.
Yang aku rekomen banget itu kelas dari Bumil Pamil. 2 kali ikut kelasnya dengan pembicara berbeda, dua-duanya bagus banget dan detail banget. Harganya emang lebih mahal dibanding provider lain tapi isinya bener-bener worth it buat edukasi.
Kelas menyusui online yang kuikuti juga detail banget dibanding kelas menyusui lainnya, programnya sebulan dan dirancang untuk kita serius belajar. Ilmunya membantuku banget sih dalam proses menyusui terutama di hari-hari awal setelah melahirkan. Buatku pribadi, ilmu yang didapatkan disini jadi fondasi dasar menyusui, tapi setelah menjalani memang ga bisa 100% ideal seperti yang diajarkan.
Kalo kelas newborn care kemarin aku sempet galau mau privat apa kelas. Awalnya yakin banget mau privat tapi suami pengennya kelas biar ga bosen, alhasil coba ikut kelas besar. Setelah ngerasain, menurutku enakan privat supaya bisa diperhatiin dan dievaluasi satu-satu apakah yang kita praktekin itu udah bener atau belum.
Hampir setiap kelas yang kuikuti, aku selalu ajak suami karena penting untuk suami paham juga dan tau apa yang perlu dilakuin saat persalinan nanti. Beberapa kelas juga emang butuh keterlibatan suami karena ada prakteknya. At the end aku merasa semua ilmu yang dipelajari itu ya untuk pengetahuan kita aja versi idealnya gimana, sementara pilihan akhir mau menjalani seperti apa itu tetap di kita, karena kita yang tau kondisi dan nyamannya kita dan pasangan itu seperti apa.
Selain kelas, video-video di YouTube dan konten Instagram berguna banget untuk nambah ilmu. Sesimpel postur duduk yang benar, posisi tidur yang baik gitu aja udah membantu banget terhindar dari berbagai keluhan selama hamil. Daaan dengan tau kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, jadi ga panik ketika ngalamin hal-hal yang baru atau terkesan mengkhawatirkan.
8. Afirmasi positif
Dari awal hamil aku selalu ajak ngobrol si janin dan kasih afirmasi-afirmasi positif. Minta dan ngajak dedeknya untuk kooperatif, tumbuh sehat, belajar dan main yang happy di dalam perut, lahirannya cepet dan lancar, sampe request kapan lahirannya. Aku percaya janin itu mendengarkan dan tubuhku juga mendengarkan 🩷
Dari awal hamil aku selalu ajak ngobrol si janin dan kasih afirmasi-afirmasi positif. Minta dan ngajak dedeknya untuk kooperatif, tumbuh sehat, belajar dan main yang happy di dalam perut, lahirannya cepet dan lancar, sampe request kapan lahirannya. Aku percaya janin itu mendengarkan dan tubuhku juga mendengarkan 🩷
Alhamdulillahnya kehamilanku bener-bener lancar dan proses melahirkannya pun juga tergolong cukup lancar.
_____
(continued)



.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)


0 comments